zakat-penghasilan

ZAKAT PROFESI/PENGHASILAN

Zakat penghasilan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan/penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Zakat penghasilan dikenal juga dengan istilah zakat profesi maupun zakat pendapatan.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud dalam zakat penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan; maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Mengutip Majelis Ulama Indonesia (MUI), zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam. Zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Zakat berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Mengapa disebut “zakat”, karena menurut Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq:5, di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan.

Makna “tumbuh” dalam arti zakat, termasuk juga zakat penghasilan, menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna “suci” menunjukkan bahwa zakat, seperti halnya zakat penghasilan, adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]:103).

Zakat penghasilan ini termasuk ke dalam zakat maal atau zakat harta. Melansir laman resmi Indonesia Stock Exchange Channel, zakat sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal (zakat harta). Adapun zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan yaitu 2,5 kg beras atau setara 3,5 liter, makanan pokok yang biasa dikonsumsi, atau uang senilai jumlah beras tersebut. 

Sedangkan, zakat maal dikeluarkan ketika syarat zakat terpenuhi. Zakat maal terdiri dari zakat penghasilan (zakat profesi), zakat pertanian, zakat perniagaan (jual-beli), zakat ternak, serta zakat emas dan perak. 

Zakat Penghasilan: Nishab dan Kadar Zakat Penghasilan

Pada saat Anda memiliki pendapatan atau penghasilan, maka ada sebagian harta yang dikeluarkan untuk zakat penghasilan. Lantas, apakah semua umat muslim wajib menunaikan zakat penghasilan? Jawabannya tidak. Orang yang wajib menunaikan zakat penghasilan adalah orang yang penghasilannya telah mencapai nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Hal tersebut dikuatkan dengan penjelasan dalam SK BAZNAS Tahun 2021 tentang Nishab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2021, bahwa nishab zakat pendapatan/penghasilan pada tahun 2021 adalah senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp79.738.415 (Tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tiga puluh delapan empat ratus lima belas rupiah) per tahun atau Rp6.644.868 (Enam juta enam ratus empat puluh empat ribu delapan ratus enam puluh delapan rupiah) per bulan. Lalu, kapan zakat penghasilan harus ditunaikan?

Pada praktiknya, zakat penghasilan bisa ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab per bulan yaitu setara dengan nilai sepeduabelas dari 85 gram emasil (seperti nilai yang sudah disebutkan di atas) dengan kadar 2,5 persen. Jadi, apabila penghasilan per bulan Anda sudah melebihi nilai nishab bulanan, maka Anda diwajibkan untuk menunaikan zakat dari 2,5 persen penghasilan tersebut. 

Nishab Zakat Penghasilan

85 gram emas

Kadar Zakat Penghasilan

2,5%

Haul

1 tahun

Apabila penghasilan dalam satu bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Sederhananya, zakat penghasilan dapat dihitung dengan cara: 2,5% x Jumlah penghasilan dalam satu bulan. 

Sebagai contoh, jika harga emas pada hari ini sebesar Rp938.099 per gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp79.738.415. Jika penghasilan seseorang sebesar Rp10.000.000 per bulan, atau Rp120.000.000 dalam satu tahun, artinya penghasilan orang tersebut sudah masuk dalam kategori wajib zakat penghasilan. Dengan begitu, zakat penghasilan orang tersebut sebesar Rp250.000 per bulan.

Syarat Zakat Maal dan Zakat Fitrah

Syarat untuk melakukan zakat penghasilan atau zakat mal, serta zakat fitrah telah ditetapkan berdasarkan sumber yaitu Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 267; Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019; Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003; dan pendapat Shaikh Yusuf Al-Qhardawi.

  1. Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
  2. Syarat harta yang dikenakan zakat mal sebagai berikut:
    • milik penuh
    • halal
    • cukup nisab
    • haul
  3. Hanya saja, syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.

Sedangkan untuk syarat zakat fitrah sebagai berikut:

  1. beragama Islam
  2. hidup pada saat bulan ramadhan;
  3. memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idulfitri.

Sebarkan info ini melalui :  
YIAI